SIMAK KISAH SUKSES H&M, FASHION BRAND TERKEMUKA ASAL SWEDIA

November 21, 2019


Grup H&M mulai menjangkau para penggemar mode fashion di seluruh dunia yang dirintis sejak tahun 1947. Sekilas tentang profil perusahaan, H&M ini merupakan sebuah perusahaan yang menawarkan produk pakaian wanita, pria hingga anak-anak.

Hasil gambar untuk h&m store

Kesuksesan H&M di dunia fashion kelas internasional tak perlu dibantah lagi. Meskipun pada November 2017 silam sempat tersiar kabar tak sedap dari brand asal Swedia ini bahwa ada beberapa gerainya di Inggris terpaksa harus ditutup, namun hal tersebut tak menyurutkan pamor H&M sebagai brand yang paling banyak dinanti oleh penggila mode. Penasaran bagaimana pendiri H&M bisa sukses membangun kerajaan bisnis fashion ini? Yuk, simak ulasan lengkapnya.

Bemula Dari Sebuah Gerai Kecil di Vasteras, Swedia

Pepatah yang mengatakan bahwa sesuatu yang besar pada awalnya juga berasal dari hal-hal yang kecil, sangat cocok untuk mengungkapkan keberhasilan Erling Persson sebagai pendiri H&M. Tepatnya di usia 30 tahun, saat Persson berjalan-jalan di pinggiran kota New York, ia mendapatkan ide untuk menjual pakaian khusus wanita. Keinginannya tersebut terealisasi pada tahun 1947 melalui sebuah toko kecil yang ia bangun sendiri di Vasteras, Swedia dan diberi nama “Hennes” dalam bahasa Swedia yang berarti “perempuan”.

Tak perlu waktu bertahun-tahun bagi Erling Persson untuk membuka dua toko berikutnya di ibu kota Swedia, Stockhlom, pada rentang tahun 1952-1954. Toko Hennes milik Persson secara eksklusif hanya menjual pakaian wanita rancangannya sendiri. Pada masa itu, mode fashion memang belum sekompleks saat ini, namun cukup untuk membuat penduduk ibu kota Swedia dibuat demam dengan produk-produk Hennes.
Munculnya “M” di Toko Milik Erling Persson
Kira-kira sekitar 10 tahun sejak dibukanya cabang baru dari toko Hennes di Stockhlom, Persson mencoba melebarkan sayap bisnisnya dengan membeli sebuah usaha ritel bernama Mauritz Widforss yang menjual pakaian pria dan anak-anak. Sehingga sejak tahun 1968, toko berubah nama menjadi Hennes & Mauritz. Sejak saat itulah, toko Persson tidak hanya menjual fashion wanita saja, namun juga ada koleksi busana pria dan anak-anak.

Ekspansi bisnis Erling Persson cukup lancar dan cepat. Belum banyaknya saingan bisnis di bidang yang sama membuat Persson di tahun 1969 dapat membuka lebih dari 42 toko Hennes & Mauritz. Dalam dekade ini pun, pertumbuhan Hennes & Mauritz sudah mulai merambah pasar internasional yang dimulai dari Norwegia dan diikuti Swiss, Inggris, dan Denmark.

Perjalanan bisnis Persson masih berlanjut mulus hingga tahun 1973, Hennes & Mauritz mengeluarkan produk baru berupa pakaian dalam. Dirinya pun berhasil menggandeng Anni-Frid Lyngstad, anggota ABBA, menjadi supermodel pertamanya. Pertumbuhan bisnis Persson terus melaju lebih jauh hingga dibukanya 5-6 gerai setiap tahunnya.

Tepatnya di tahun 1947, bisnis Persson terdaftar di Bursa Efek Stockhlom dan mengganti namanya menjadi H&M yang merupakan singkatan dari nama sebelumnya. Menurutnya, nama baru ini lebih terdengar elegan dan mudah untuk diucapkan. Dengan nama baru tersebut, ia berharap bisnisnya semakin lebar hingga terus berekspansi ke mancanegara.
Keberuntungan masih di tangan Persson, tak lama setelah bisnisnya terdaftar di bursa efek, pada tahun 1976 ia membuka toko pertamanya di Skandinavia dan London, Inggris. Sejak saat itu, H&M terus berkembang dengan lebih banyak gerai yang dibuka di Eropa. Jauh sebelum adanya promosi penjualan secara online seperti saat ini, penjualan brand H&M masih dilakukan secara konvensional melalui pesanan surat kabar Swedia Rowells di sekitaran tahun 1980.

Generasi Kedua H&M

Tiga puluh lima tahun sejak kiprah Erling Persson di dunia bisnis fashion, tepatnya tahun 1982, H&M memiliki CEO keduanya, yakni Stefan Persson yang merupakan anak dari Erling Persson. Meskipun sudah berganti generasi, H&M tetap eksis sebagai salah satu fashion brand yang paling banyak ditunggu produk-produk barunya pada masa itu.

Munculnya desain-desain baru dan terus update membuktikkan H&M benar-benar menjadi merek yang berkelas internasional. Dengan mengajak supermodel dari kalangan aktor dan artis terkenal, membuat H&M semakin dipercaya konsumen dunia. Apalagi sejak tahun 1990, penggunaan surat kabar sebagai media promosi sudah digantikan dengan papan-papan reklame besar yang lebih mencolok dan mudah dilihat.

Tahukah sobat, di penghujung tahun 1990, H&M meluncurkan desain baru pakaian Natal yang dibawakan oleh seorang super model, Elle Macpherson. Sesuai prediksi, kampanye baju Natal tersebut berhasil mendapatkan perhatian media. Tak hanya Elle Macpherson, H&M turut mengajak model-model lain yang tak kalah tenar pada masa itu, yaitu Claudia Schiffer, Naomi Campbell, Christy Turlington, dan Linda Evangelista.

Bisnis Online Jadi Terobosan Baru H&M

Seiring berjalannya waktu, Stefan Persson sebagai generasi kedua H&M pun tak larut dengan cara-cara di masa lalu. Di tahun 1998, ia mulai mempelajari tentang pasar online yang pada waktu itu masih menjadi hal yang sangat baru. Sejak saat itu, produk-produk H&M mulai dipasarkan secara online di Swedia sebagai negara asal produk tersebut dan terus merambat hingga ke pasar online Eropa, termasuk Perancis.

Tahun 2000 menjadi awal H&M mengepakkan sayapnya di Amerika Serikat untuk pertama kalinya. Pembukaan gerai pertamanya di New York, AS, ini pun juga menjadi awal ekspansi karier H&M di luar benua Eropa. Masih dengan strategi yang sama, di Amerika, H&M juga mengajak orang-orang berpengaruh untuk mengkampanyekan produknya.
Bahkan di tahun 2004, H&M bersama Karl Lagerfeld berhasil membuat mode dunia fashion terkejut dengan mengeluarkan desain terbaru yang tidak mempertanyakan soal harga, alias cukup mahal. Namun dalam kurun waktu tak lebih dari 1 jam, semua produk H&M tersebut ludes terjual. Tak mau tanggung-tanggung, H&M bersama para desainer ternama seperti Stella McCarteney, Alexander Wang, Versace, dan Roberto Cavalli membuat desain-desain terbaru yang menjadi tren mode dunia saat itu.

Masuknya H&M ke Indonesia

Penerus H&M, Stefan Persson, berekspansi ke pasar Indonesia sejak tahun 2013 dengan membuka toko pertamanya di Gandaria City, Jakarta. Pada hari pertama pembukaan toko retailer asal Swedia tersebut, lebih dari 1.500 penggemar produk fashion rela harus mengantri panjang untuk mendapatkan harga spesial. Sungguh beruntung karena pelanggan dengan urutan pertama berhasil mendapatkan H&M gift card sebesar 1 juta rupiah, untuk pelanggan hingga ke-20 mendapatkan H&M gift card sebesar 250 ribu dan untuk urutan hingga 250 mendapatkan H&M gift card sebesar 200 ribu.

Antusiasisme yang sangat luar biasa dari masyarakat Indonesia di hari peresmian toko H&M pertama di Indonesia tersebut. Koleksi produk di toko pun terbilang sangat lengkap mulai dari busana wanita, pria, dan juga anak-anak dengan stok barang baru terus hadir setiap harinya. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 9 gerai H&M meramaikan pasar fashion Indonesia, tepatnya di Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta.



You Might Also Like

0 komentar

Instagram